A+ A A-

Theory The Grand Design - Stephen Hawking & Taoisme

  • Written by  Andreas Mihardja & Xuan Tong
  • font size decrease font size increase font size
  • Print
  • Email

Budaya-Tionghoa.Net | Saya menulis penjelasan ini untuk mencegah misunderstanding dan misinterpretasi , dengan mencari penerangannya dalam ilmu filsafat. Hawkings menulis dalam bukunya yg baru, bukan untuk para ilmuwan tetapi secara populer. Karena itu dia menerima kritik dari para ahli agama dan ahli filsafat. Teori yang baru ini dia pikirkan berdasarkan string mathematic. Didalam string mathematic adalah ilmu mathematika yang dipakai dalam theoretical physics.

Kita manusia hanya mampu melihat 3 dimensi dan kalau menurut logica Einstein cs dari jaman dulu memang untuk mencapai dimensi ke 4 mereka suggest waktu. Tetapi waktu bukan suatu unit didalam lapangan mathematic yg dapat menjadi minus - dia selalu plus - jadi didalam string mathematic itu tidak logic dan tidak dapat dipakai. Dimensi didalam string mathematic adalah suatu variable dan unit ruangan.

Didalam string mathematic, dimensi yg maximum sampai beberapa tahun yang lalu dapat diperhitungkan sampai 10 atau yang kita berikan nama per definisi sebagai superstring. Tetapi sekarang para ahli berpikir, dgn adanya dimensi tambahan,  Alam semesta kemungkinan terdiri dari 11 atau yg didalam ilmu matematika disebut M-theory. Kemungkinan ini juga bisa lebih banyak kita belum tahu. Ini teori mulai dibicarakan di University of South California dan jaman sekarang merupanakan revolusi baru dalam bidang string mathematic. --- Saya tidak akan mendalam mengenai persoalan ini - jikalau ada yg ingin tahu bisa belajar matematika ini yang semua termasuk dalam theoretical physics.

Stephen Hawkings mencoba untuk menerangkan penciptaan universe dgn M-theory ini. Tetapi seperti saya telah tulis ini hanya hypothese sebab masih tidak dapat dibuktikan. Untuk yang tidak mengerti string mathematic ini seperti filsafat atau seperti atheisme yg menentang ketuhanan. Memang diantara mereka yg belum mengerti impact dari mathematic ini para theoretical scientist dgn string theory mereka dianggap sudah masuk filsafat. Mereka tidak mengerti bahwa "filsafat" string ini berdasarkan rumus yg fixed dan berdasarkan undang² alam yg fixed dan bukan berdasarkan logica manusia seperti didalam filsafat biasa.
Yang penting didalam persoalan ini adalah pendapat Stephen Hawkings sendiri bukan atheis.  Dia memang berpendapat bahwa Tuhan tidak menciptakan alam semesta.

"Because there is a law such as gravity, the universe can and will create itself from nothing. Spontaneous creation is the reason there is something rather than nothing, why the universe exists, why we exist. It is not necessary to invoke God to light the blue touch paper and set the universe going


Tetapi menurut filsafat  dia  Tuhan itu ada :

"the universe is governed by the laws of science. The laws may have been decreed by God, but God does not intervene to break the laws."

Stephen Hawkings cara pikirannya kurang lebih seperti hampir semua scientist jaman sekarang . Mereka kurang percaya bahwa Tuhan menciptakan segala ini dialam semesta karena  filsafatnya mungkin tidak dapat disamakan dgn pendapat yg berada diantara para ahli agama didunia kita. [Mihardja]

Kisah Penciptaan Dunia - Tao


Pada hakekatnya prinsip dasar bab 1 ini sesuai dengan asas ilmu fisika yang mencoba menerangkan terjadinya alam semesta ini. Hubble dan Lemaitre mencoba melukiskan terjadinya alam semesta karena adanya ledakan big bang. Dalam DaoDe Jing hal ini disebut sebagai YouMing atau nama. Pra ledakan big bang adalah yang disebut WuMing. WuMing adalah awal dari terciptanya langit dan bumi sedangkan YouMing adalah bunda dari segala mahluk. WuJi atau non materi bisa dikatakan adalah posisi dimana segala sesuatunya adalah nol dan tidak memiliki kondisi yang bergerak. Inilah yang kita sebut WuMing atau sebagai dasar pembentukan YouMing atau TaiJi. WuJi ini memiliki satu hal yaitu energi yang murni dan pure tidak tercemar atau kita sebut adalah DaoQi.

YouMing atau Taiji atau bisa kita sebut materi BigBang adalah kondisi materi dimana dalam ilmu fisika disebutkan adanya Quark yang dianggap sebagai elemen dasar yang berpasangan yaitu up quark dan down quark. Dapat dikatakan Yin dan Yang telah ada dalam materi Big Bang itu. Kedua hal itu muncul tidak terpisahkan dan merupakan dasar dari pembentukan alam semesta ini yang mana para ahli fisika mulai memahami. Materi dan non materi adalah suatu hal yang terikat dan tidak terpisahkan dan bisa diberi nama apapun.

Kendalanya adalah mereka terikat kepada kata "materi" sehingga tidak berpikiran "non materi". Walau kemudian lahir anti matter sebagai lawan dari matter tapi "anti matter" ini masih merupakan materi. Hal ini karena anti matter dan matter masih dalam lingkup dualisme atau Yin Yang.

Dengan memahami materi dan non materi maka pintu untuk memahami rahasia alam semesta ini terbuka. Secara sederhana E=MC2 adalah hal yang bersifat materi tapi jika M=E/C2 adalah hal yang bersifat non materi. Karena dari sinilah alam semesta tercipta. Pahami non materi atau Wu maka kita akan bisa menghayati lebih mendalam rahasia alam semesta.

Dao yang dapat dijabarkan dan Ming yang dapat diuraikan dengan kata- kata maka itu bukanlah Dao atau Ming sesungguhnya. Semua penjabaran itu bagaikan jari menunjuk rembulan tapi tidak rembulan sesungguhnya. Dengan perenungan mendalam kita bisa menghayati apa itu Dao dan Ming tapi sulit diuraikan dengan kata-kata karena hal itu adalah pengalaman spiritual yang sulit dilukiskan dengan kata-kata. Semua perumpamaan mencoba menjabarkan tapi akhirnya tergantung kita semua dalam menghayati apa itu Dao dan Ming.

Andreas Mihardja & Xuantong , 51889 , 51903

Last modified onFriday, 10 August 2012 01:47
Rate this item
(0 votes)
back to top
http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/konten/esai/item/372-theory-the-grand-design-stephen-hawking--taoisme

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto