A+ A A-
KHC

KHC (30)

Etika Dalam Filsafat Tiongkok (1)

Pendahuluan

Budaya-Tionghoa.Net|Tulisan ini dibuat bukan sebagai alat pembanding antara etika timur dan barat, dalam hal ini adalah etika dalam filsafat Tiongkok. Dalam memahami filsafat Tiongkok, tentunya juga filsafatnya mengenal etika bahkan posisi etika amat tinggi dalam filsafat Ruism, sehingga dapat dikatakan bahwa etika merupakan salah satu unsur utama dalam filsafat Ruism[1].  Frans Magnis Suseno menuliskan :

 “ Secara historis etika sebagai usaha filsafat lahir dari keambrukan tatanan moral di lingkungan kebudayaan Yunani 2500 tahun yang lalu.”[2]

Read more...

Opini : Kong Hu Cu & Masalah Kebangkitan Budaya

Budaya-Tionghoa.Net | Disini perkenankan saya memberi sedikit gambaran tentang Agama KHC di Indonesia secara singkat.
Tahun 40 ~ 50 abad yang lalu, sekelompok pecinta / pemerhati tradisi Tionghua yang berpendidikan tinggi di Belanda, al. Prof. Tjan Tjoe Som, Dr. Kwee Tji Tiok dll merasa prihatin bila kesinambungan ajaran KHC hanya sebatas didalam kelenteng tanpa pemahaman esensi agamisnya. Maka, mereka memisahkan diri dengan Sam Kauw Hwee membentuk lembaga tersendiri, dengan rumah ibadah yang diberi nama Li-tang (礼堂) yang berarti Ruang Tatasusila atau Ruang Seremonial, dengan ceramah agama berbahasa Indonesia.

Read more...

[Q-A] Korelasi Kelenteng Dan Kong Hu Cu

salam sejahtera, ada yang saya tanyakan tentang Kelenteng : [1] Apa ada korelasi antara Kong Hu Cu dengan Kelenteng ? [2] Bagaimana sejarah korelasi itu terbentuk ? terima kasih bagi kawan2 yang bersedia menjawab pertanyaan ini . Danu

 
Budaya-Tionghoa.Net | Saya cuma ingin menambahkan sedikit apa yang telah dijelaskan oleh Sdr. Perfect Harmony sebelumnya. Sebelumnya saya ingin bertanya kepada Sdr. Danu apakah Konghucu yang anda maksud adalah Konfusianisme sebagai paham/ajaran atau menunjuk kepada Konfusius sebagai tokoh sejarah? Merujuk ke ajarannya atau orangnya?
Read more...

Seni Sebagai Seorang Guru

Budaya-Tionghoa.Net| Guru adalah sebuah profesi yang mulia. Tanpa guru kita semua tidak akan memiliki hari ini. Sebagai seorang guru, beliau memiliki dua tugas utama yaitu: mengajar dan mendidik. Diantara dua  tugas ini, tugas mendidiklah yang paling berat. Mengajar hanyalah sebatas pada materi pelajaran, sedangkan mendidik menyangkut akhlak dan moralitas. Mengajar hasilnya bisa dirasakan dalam waktu singkat, sebaliknya hasil didikan seorang guru baru bisa dirasakan ketika siswa tersebut memasuki kehidupan dalam bermasyarakat. Untuk dapat mendidik seorang siswa dengan baik,seorang guru harus benar-benar memahami karakter setiap muridnya. Untuk memberitahukan satu hal yang sama seorang guru harus menyiapkan banyak cara.

Read more...

Seri Tulisan Confucius [21] - Perkembangan Ajaran Confucius Pasca- Confucius

Budaya-Tionghoa.Net | Setelah Confucius meninggal dunia pada tahun 479 SM, maka perkembangan ajaran Confucius diteruskan oleh murid-muridnya, yang seluruhnya berjumlah kurang lebih 3000 orang. Di antara mereka terdapat 72 murid utama yang paling menonjol, sehingga dijuluki ` 72 orang bijak '. Terdapat cukup banyak murid-muridnya tersebut yang memangku jabatan tinggi di pemerintahan. Golongan terpelajar yang mengikuti ajaran Confucius ini membentuk suatu aliran intelektual yang disebut " Ru Jia " (Golongan Terpelajar).

Read more...

Merefungsikan Konfusianisme Sebagai Alat Perekat dan Identitas Masyarakat Tionghoa.

Budaya-Tionghoa.Net | Lama sekali saya menimang-nimang apakah tanggapan ini [Appendix 1 ] dijawab atau tidak? Saya kuatir jangan-jangan kalau dijawab bisa berkembang menjadi debat kusir yang ga' karuan. Karena saya merasakan bahwa anda belum menangkap apa yang ingin saya sampaikan, tanggapan anda itu hanya semacam pembelaan terhadap Matakin yang sifatnya reaktif defensif. Saya setuju sekali dengan anda bahwa Matakin telah berbuat sesuatu dalam melawan politik represif diskriminatif pemerintah Orba terhadap golongan Tionghoa di Indonesia. Dan hasilnya memang positif!

Read more...

Seri Tulisan Confucius [18] - Manusia Yang Budiman [C'un Zi]

Budaya-Tionghoa.Net | Pengertian manusia yang ideal menurut paham ajaran Confucius adalah; apabila orang tersebut telah pantas disebut C'un Zi (manusia yang Budiman). Manusia yang Budiman menurut pengertian ini adalah seseorang yang telah dapat melaksanakan Lima Sifat Mulia [Wu Chang], dan Delapan Sifat Mulia Kebajikan [Pa Te'] serta menunaikan tanggung jawab terhadap kehidupan pribadinya dan kehidupan bermasyarakat.

Read more...

Seri Tulisan Confucius [22] - Neo Confucianisme & Confucianisme Kontemporer

Budaya-Tionghoa.Net | Kegiatan para intelektual selama dinasti Sung (906-1279 M) menciptakan suatu sistim baru paham Confucianis yang dipengaruhi oleh unsur ajaran Buddhis dan Taois. Sistim baru paham Confucianis ini kemudian dikenal dengan nama Neo-Confucianisme. Para cendekiawan yang merumuskan sistem intelektual ini menguasai kedua versi filsafat yang ada. Walaupun pada umumnya yang diajarkan adalah etika, tetapi mereka juga mendalami hal-hal yang bersifat transendental seperti teori alam semesta, dan asal muasal manusia.

Read more...
Subscribe to this RSS feed

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Tionghoa

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto