A+ A A-
Dinasti Ming

Dinasti Ming (18)

Perang Tamao ( 屯門之戰 )

Perang Tamao ( 屯門之戰 )


Umumnya kita saat belajar sejarah dunia, tahunya pada abad ke 16 itu yang berjaya di lautan adalah Portugis dan Spanyol. Sejarah membuktikan bahwa Portugis pernah kalah melawan armada laut Ming sebanyak dua kali dalam perang Tamao ( 屯門之戰 ). Sebelum perang ini bermulai, kita harus tahu bahwa Portugis dan Spanyol berusaha menguasai jalur pelayaran, ekonomi dan kejayaan mereka disamping mencoba memberadabkan dunia, yang terkadang dengan perbuatan tidak terpuji. Dinasti Ming sering berhadapan dengan bajak laut yang satu ras, tapi pada tahun 1493, di Dong Guan ( Guang zhou ) ada segerombolan bajak laut asing yang diusir oleh Yuan Guang 袁光, dari beberapa mayat itu diperkirakan orang Portugis.
Tahun 1514, George Alvares diam2 memerintahkan bajak laut Portugis untuk menguasai Tunmen dan membangun benteng.


Fernão Peres de Andrade dan Tomas Pirez di tahun 1518 bulan agustus tanggal 15 mencapai Tunmen dan saat hendak memasuki sungai Zhu, dihadang oleh maririr Ming, Portugis malah melakukan serangan pada mariner Ming, sehingga suasana menjadi tegang. Orang Portugis itu kemudian menyamar menjadi orang Islam yang hendak mengunjungi kaisar Ming, mereka melakukan penyamaran itu karena mereka tahu dinasti Ming tidak begitu menyukai orang Portugis apalagi kelakuan mereka yang merampoki wilayah pesisir selatan Tiongkok di abad sebelumnya.


Kejadian perang Tamao pertama terjadi pada akhir bulan Agustus dan pertengahan September 1521 juga disebabkan ulah Portugis yang menguasai Tunmen secara diam2, membangun benteng, menculik anak2, perempuan untuk dijadikan budak dan dijual ke Melaka. Dinasti Ming memerintahkan agar tindakan ini dihentikan tapi tidak diperdulikan oleh Portugis, sehingga tindakan keras diambil oleh Ming dengan memerintahkan Wang Hong 汪鈜 untuk mengusir orang Portugis yang saat itu dipimpin oleh Simão de Andrade. Wang berhasil mengalahkan orang Portugis dan dinasti Ming melarang orang Portugis untuk melakukan aktifitas ekonomi lagi di Tiongkok. Baru pada tahun 1553, Portugis diijinkan menjadikan Macao menjadi base aktifitas mereka.
Perang Tamao ke dua terjadi pada bulan Agustus 1522. Perang ini masih terkait juga dengan kejadian perang pertama ditambah lagi dengan kasus kesultanan Melaka yang diserbu dan dikuasai oleh Afonso de Albuquerque pda tahun 1511. Armada Portugis dipimpin oleh Martin Alfonso de Mello bertujuan melakukan upaya meredakan ketegangan yang terjadi pada tahun sebelumnya, tapi sayangnya ia juga melakukan hal yang sama, yaitu meminta hak untuk membangun benteng di Tunmen. Selain kasus2 kelakuan Portugis itu, kasus penyerbuan dan penguasaan Melaka membuat dinasti Ming marah dan menuntut agar sultan Mahmud Shah dibebaskan dan dikembalikan lagi kedudukannya sebagai penguasa Melaka. Perang ini juga dimenangkan oleh Wang Hong.


Tindakan dinasti Ming yang keras terhadap Portugis itu lebih disebabkan oleh perilaku Portugis itu sendiri yang melakukan serangkaian perampasan, perampokan dan juga penculikan di wilayah Tiongkok.

Read more...

Benarkah Kaisar Hongwu dan Permaisuri Ma adalah Suku Hui dan Beragama Islam?


Tadi siang menjelang sore, seorang teman mengangkat persoalan mengenai Islam di Zhongguo dalam conference YM. Salah satu yang diklaim sebagai muslim adalah Permaisuri Ma (Ma Xiuying, permaisuri Zhu Yuanzhang). Tentang klaim seperti itu sebelumnya saya pernah dengar, termasuk Huang Feihong dan Hakim Bao yang diisukan muslim. Tapi untuk dua tokoh tersebut belum pernah saya selidiki kebenarannya. Hari ini, karena penasaran saya mencoba searching lebih lanjut. Dan ternyata tidak hanya Empress Ma yang diisukan muslim, kaisarnya sendiri, Emperor Hongwu, kaisar pendiri dinasti Ming juga, dan bahkan mereka diisukan berasal suku Hui, bukan Han. Marilah kita menelaah isu tersebut.

Read more...

Wokou - Bajak Laut Jepang

Photo Courtesy : Yu Ninjie

Budaya-Tionghoa.Net | Mungkin saya disini dapat ikut bicara secara terbatas mengenai fenomena perompak-perompak atau bajak laut Jepang itu yang memterror pantai pesisir Tiongkok terutama pada propinsi Jiangsu dan Zhejiang selain Guangdong, Fujian dan Shandong pada abad ke 16 (1540-1565), ketika Tiongkok dibawah kekuasaan dinasti Ming.

Read more...

Zheng He , Pelaut Besar Yang Dilupakan [2] - Kesempatan Yang Terbuang Sia-Sia

 

[Foto Ilustrasi : Martin Stuart Fox , China and Southeast Asia , p 83]

Budaya-Tionghoa.Net | Kecuali hal–hal yang telah disebutkan diatas, masih ada satu perbandingan yang penting. Setelah missi muhibahnya dinyatakan selesai, sejak itu pula keberadaan angkatan laut Tiongkok, baik pada zaman Dinasti Ming dan sesudahnya tak pernah lagi muncul di lautan.

Read more...

Zheng He , Pelaut Besar Yang Dilupakan

 Budaya-Tionghoa.Net | Menjelang perayaan kedatangan Sam Poo Tay Djin, dan memperingati peristiwa 607 tahun yang lalu ini (dihitung dari awal pelayaran Zheng He thn 1405 M), marilah kita merenung sejenak. Bayangkan, satu usaha maritim yang begitu megah, selama 600 tahun ini seakan–akan dilupakan dan dibiarkan terkubur dalam debu–debu sejarah. Di dunia internasional, nama Zheng He hampir tidak terdengar bila dibandingkan dengan gema yang ditinggalkan para petualang dari negeri barat seperti Columbus, Vasco da Gama, dan Magellan.

Read more...

Liu Jin : Kasim Yang Masuk Daftar 50 Orang Terkaya Dalam 1000 Tahun Terakhir

Budaya-Tionghoa.Net| Zhu Houzhao [1491-1521] menjadi kaisar dengan nama era Zhengde [1505-1521] pada usia 14 tahun dan menjadi kaisar kesepuluh Dinasti Ming.  Zhu Houzhao berkepribadian energik , pintar dan penuh rasa ingin tahu. Dia berkelakuan baik didepan ayahnya yang menyanginya. Segera setelah menjadi kaisar , dia menghadapi tiga masalah : pendapatan negara yang kurang , kegagalan garnisun barat laut untuk memukul mundur Mongol dan ketidaksetujuan para kasim dan pejabat penting terhadap pemecahan permasalahan yang ada pada saat itu.

Read more...

Sekilas Unit Militer Dimasa Dinasti Ming

Budaya-Tionghoa.Net| Pada masa Dinasti Ming banyak divisi (unit militer) yang disebut dengan menggunakan kata Wei dibelakangnya. Misalnya Jing Yi Wei (yang terkenal) ,Long Hu Wei , Shen Yang Zhuo Wei , Jin Wu Wei dan lain-lain. Banyaknya Wei ini disebabkan pada masa Dinasti Ming , unit besar militer disebut Wei Shuo. Masih ada lagi yang disebut lima Tangsi atau Wu Ying.

Read more...

Kematian Sam Poo Kong Mungkin Dibunuh

Budaya-Tionghoa.Net | Laksamana Cheng Ho (鄭和, Zheng He = Mandarin, 1371~1435) adalah tokoh sejarah di abad ke-15 masa Dinasti Ming di bawah pemerintahan Kaisar Cheng Zhu Di. Dia terlahir dengan nama Be Sam-po (Ma Shan-bao = Mandarin), jadi benar ianya bermarga Ma (Be = Kuda) dan mendapatkan marga The (Zheng/Cheng = Mandarin) sewaktu ia menjadi kasim/sida-sida dalam istana kekaisaran. Itulah mengapa ia disebut sebagai Sam Po Kong yang berasal dari nama kecilnya.


Ia adalah lambang kejayaan ekspedisi maritim China, memang sebelumnya pada Dinasti Yuan, Kaisar Kubilai Khan telah mengadakan ekspedisi ke Jawa, namun ekspedisi Laksamana Zheng Ho (mulai 1405 sampai 1433) adalah ekspedisi terjauh lebih cepat 50 tahun daripada ekspedisi maritim pertama oleh bangsa Portugis. Ia telah mencapai Afrika Timur sebelum orang lain menjejakkan kaki ke sana. Tidak berlebihan bila kita katakan armada ekspedisinya merupakan raja di Lautan Hindia pada waktu itu. Jadi adalah salah bila mengatakan bahwa bangsa China hanya menjadi raja di daratan ataupun bangsa yang kontinental.

Namun sepeninggal Laksamana Cheng Ho, kemudian terjadi kemerosotan kekuatan maritim China secara besar2an karena pertentangan antara kaum pejabat sipil yang mewakili kaum Konfusianis dengan pejabat militer plus golongan kasim di istana. Pada waktu itu, kaum Konfusianis menentang ekspedisi dan penguatan maritim karena menganggap mengadakan pemusatan perhatian pada pembangunan di dalam negeri adalah lebih penting daripada meluaskan pengaruh ke luar yang belum tentu ada manfaatnya.

Namun, ada motif di balik ketidaksetujuan tersebut yang sangat mungkin dikarenakan kaum Konfusianis merasa terpinggirkan oleh euforia kejayaan maritim waktu itu. Konfusianis yang lebih mementingkan pertanian daripada ekspedisi maritim akhirnya memenangkan pertentangan politik ini. Para pelaut kemudian dikirim ke pedalaman untuk mendukung usaha perbaikan Kanal Besar yang merupakan urat nadi pertanian. Juga karena adanya ancaman dari bangsa Manchuria yang bersatu dan mulai menguat di utara, sehingga Kaisar Cheng Zhu Di kemudian memutuskan untuk memusatkan perhatian di daratan (angkatan darat).

Yang disesalkan, kaum Neo-Konfusianis kemudian malah memusatkan perhatian pada pengembangan ilmu filsafat dan meninggalkan usaha memajukan teknologi dan sains yang telah ada pada masa itu, dan masuklah China ke zaman politik menutup diri dari luar China dan segala kemajuannya.

Usaha ekspedisi maritim China tak banyak yang tahu sebab mereka tidak bertujuan untuk menanamkan pengaruh dan kekuasaan di tanah yang mereka kunjungi, karena tujuan utama mereka hanya mengadakan ekspedisi perdagangan dan bukan mencari daerah koloni.

Budaya-Tionghoa.Net | Mailing-List Budaya Tionghua

REFERENSI

  1. http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/message/1993
Read more...

秦良玉 Qin Liangyu - Panglima Wanita Miao di Jaman Ming

[Photo Courtesy : anniewongart.com]

Budaya-Tionghoa.Net 秦良玉 Qin Liangyu (1574~1648) adalah seorang panglima wanita terkenal di masa jaman akhir dinasti Ming. Beliau lahir di provinsi Sichuan, dari keturunan etnis Miao. Selama masa mudanya, beliau belajar keahlian berkuda, memanah dan bela diri dari ayahnya. Dan juga mempelajari sastra, khususnya dalam bidang berpuisi. Ia menikah dengan seorang pemimpin militer daerah dan mendampingi suaminya dalam masa tugas dalam beberapa pertempuran kecil menghadapi panglima-panglima perang (panglima independen yang seringkali bertingkah laku seperti perampok) setempat di perbatasan barat daya dinasti Ming. Setelah suaminya meninggal, Qin Liangyu kemudian menggantikan posisi suaminya.

Read more...

Diskusi : 1421 Gavin Menzies

Budaya-Tionghoa.Net | Buku 1421 , Gavin  membawa pengaruh buruk bagi sebagian Tionghoa , yang melahap apa yang ditawarkan Gavin , yaitu kebanggaan semu , bahwa Tiongkok itu "Penemu Dunia". Padahal buku itu baru masuk ranah pseudo history.  Ini juga bentuk kekhawatiran saya terhadap hoax-hoax lain yang bertebaran di internet , dan dilahap oleh masyarakat , tanpa mencerna apa yang disampaikan itu informasi masuk akal , atau hanya informasi jadi-jadian .

Read more...
Subscribe to this RSS feed

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Tionghoa

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto