A+ A A-

Sutra Kaisar Kuning tentang Bunda Bumi 黃帝地母經dan futurology

Sutra Kaisar Kuning tentang Bunda Bumi 黃帝地母經dan futurology

Futurologi adalah ilmu tentang masa depan atau tepatnya ilmu yang memprediksi kemungkinan yang terjadi di masa dengan dengan berbagai metodologi yang terkait dengan probilitas. Bahkan seorang novelis juga bisa disebut futurology seperti Jules Verne atau Alvin Toffler dengan karyanya yang fenomenal yaitu “Future Shock”. Futurologi bisa disebut sebagai metode ilmiah atau masuk “logika” tapi jika membahas sesuatu yang diluar dari itu seperti misalnya “Sutra Kaisar Kuning tentang Bunda Bumi” selanjutny disebut “kitab bunda bumi” yang berdasarkan probilitas pergerakan ranting langit; cabang bumi;lima unsur dan yinyang bisa disebut ilmiah ? Mungkin saat kita membaca ramalan-ramalan Nostradamus bisa disebut ramalan masa depan dunia atau juga seperti membaca ramalan Liu Bowen. Hanya saja ada ramalan yang ditujukan untuk masyarakat petani dan ramalan itu ada dalam kitab yang disebut di atas dimana ramalan itu adalah siklus yang bergerak berdasarkan tahun ganzhi dan garis edar Taisui.

Siapa pengarang atau pembuat kitab bunda bumi ini tidak diketahui hanya saja sudah ada dalam Yuxiaji 玉匣記 (catatan kotak kumala ) dan isinya tentang berbagai metode peramalan serta mencari hari dimana isinya ada yang menempelkannya pada Xu Xun 許遜 (239-374) seorang Taoist dan salah satu guru langit di Taoisme; Zhuge Liang seorang penasehat militer pada masa peperangan tiga negara; Li Chunfeng dan Yuan Tiangang dua Taoist yg menuliskan buku ramalan masa depan dunia dan lain-lain. Yang jelas buku Yuxiaji ini sudah dikenal pada masa dinasti Ming dan Qing kemudian pada buku-buku primbon dan almanac Tiongkok atau yang sering disebut tongshu juga banyak mengambil dari Yuxiaji ini termasuk juga sutra bunda bumi yang sering dikutip di tongshu.

Menariknya adalah sutra bunda bumi ini pada jaman sekarang ini terutama pada pertengahan abad 20 hingga sekarang ini ada orang-orang yang mengkaitkannya dengan kejadian-kejadian di Tiongkok termasuk kejadian politik maupun bencana alam dan sekarang ini dikaitkan dengan kejadian-kejadian di dunia. Sebenarnya pada awal penggunaan kitab ini adalah memprediksi kemungkinan panen dan efek kegagalan panen karena itu sering dikaitkan dengan sanfu 三伏 atau perubahan panas matahari terutama pada musim panas. Salah satu efek yang paling sederhana ya jika terjadi gagal panen karena serangan hama maka bisa jadi ada pergerakan melawan pemerintah yang sah.

Contoh kutipan syair dalam kitab bunda bumi untuk tahun 2020 ini atau tahun gengzi adalah :

太歲庚子年,人民多暴卒。

春夏水淹流,秋冬頻饑渴。

高田猶及半,晚稻無可割。

秦淮足流蕩,吳楚多劫奪。

桑葉須後賤,蠶娘情不悅。

見蠶不見絲,徒勞用心切。

Taisui tahun gengzi, rakyat banyak yang mati mendadak.

Musim semi dan panas air mengalir menenggalamkan ( banjir), musim gugur dan dingin kehausan ( kekeringan ).

Sawah bertingkat (terasiring) menjadi hanya setengahnya, padi dalam ( 120 hari baru di panen ) tidak ada yang bisa di panen.

Anak sungai qinhuai menggelora, wilayah wu dan chu banyak perampasan.

Daun mulberry ( pangan untuk ulat sutra)menjadi buruk , perempuan yang mengolah sutra tidak senang.

Melihat ulat sutra tidak melihat sutranya, semuanya menjadi sia-sia.

Apakah semua itu tepat ramalannya ? Mungkin ya mungkin juga tidak, apakah ini semua bagaikan siklus ? Bisa jadi.

Yang jelas ini adalah metode memperkirakan apa yang terjadi di tahun 2020 entah apa bisa tepat untuk dunia atau hanya untuk wilayah Tiongkok saja ? Silahkan menilai sendiri. Bagi mereka yang percaya akan ramalan ini ya bisa saja memprediksi ekonomi yang mundur; terjadi peperangan atau perebutan wilayah; bencana alam. Bagi yang lainnya ini lebih pada peringatan untuk para pejabat pemerintah untuk memperhatikan pergerakan ekonomi dan memperbaiki saluran air, menjaga keamanan serta memperhatikan ekonomi.

Atau juga bisa menjadi sekedar omong kosong belaka. Tapi intiplah kebijaksanaan yang ada dalam “ramalan” sutra bunda bumi ini yang meminta kita selalu mawas diri terutama para pejabat-pejabatnya. Apakah ini juga bisa disebut futurologi ? Bisa ya bisa tidak karena sutra bunda bumi ini sifatnya siklis sedangkan futurolog lebih melihat pergerakan ke depan entah jika ada perang dunia ke 3 maka perang dunia ke empat ini manusia menggunakan batu dan kayu lagi untuk berperang.

Read more...

REFLEKSI SPIRITUALITAS BUDAYA TIONGHOA DARI JAMAN DAHULU HINGGA SEKARANG DALAM FENGSHUI

REFLEKSI SPIRITUALITAS BUDAYA TIONGHOA

DARI JAMAN DAHULU HINGGA SEKARANG

DALAM FENGSHUI

 

 

PENDAHULUAN

Orang sering mengasosiasikan fengshui[1] sebagai cara menata rumah sehingga melahirkan rejeki, ketenangan dan kesehatan. Dalam melihat fengshui juga yang digunakan adalah papan kompas dan melihat aliran qi, dimana salah satu metode adalah menggunakan arah duduk dan arah hadap dengan penggunaan system penghitungan tahun, seperti misalnya yang digunakan dalam metode Feixing.

Salah satu dasar yang menjadi acuan fengshui adalah gunung dan air, dimana ini terkait dengan peradaban purba. Salah satu bencana alam yang sering menimpa masyarakat purba adalah banjir. Dengan adanya bencana banjir, akan mendorong masyarakat Tiongkok purba mencari cara mengatasi banjir itu. Salah satunya adalah dengan mencari lokasi yang aman dari banjir itu. Walau demikian, cara-cara mengatasi banjir itu dalam masyarakat Tiongkok purba dibalut dengan mitos, karena itu perlu dipahami terlebih dahulu bagaimana mitos Tiongkok dalam menghadapi bencana alam terutama banjir, sehingga lebih bisa memahami mengapa lahirnya fengshui sebagai bagian dari lima ilmu 五术.[2]

Read more...

Pengaruh Falsafah Tiongkok yang tersirat dalam Seni arsitektural Tiongkok klasik terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi perancangan bangunan di Indonesia.

Seminar Sehari

Pengaruh Falsafah dan Budaya Tionghoa terhadap Ilmu Pengetahuan dan Bidang Kehidupan di Nusantara

Minggu, 29 November 2015

Waktu : 09.45 - 11.45 WIB

Universitas Parahyangan Fakultas Filsafat

                                      Jl. Nias 2, Bandung

 

Judul Makalah: Pengaruh Falsafah Tiongkok yang tersirat dalam Seni arsitektural Tiongkok klasik terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi perancangan bangunan di Indonesia.

 

 

Sidhi Wiguna Teh

 

Jurusan Arsitektur

Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara, jakarta.

 

 

 

 

 

 

Abstrak

Fengshui sebagai salah satu ilmu yang menjadi trend perlu digali untuk menemukan akarnya sehingga slogan east meet west tidak sekedar kosmetik yang akan berkembang dan kemudian layu dengan cepat.

 

Pendekatan filosofis perlu dilakukan untuk bisa menemukan hal yang lebih esensial sehingga manfaat dari penerapan ilmu fengshui dapat berjalan daqn salah kaprah yang terjadi dimasyarakat dapat diminimalisir.

 

 

Kata Kunci: Fengshui, Yi Jing, East meet West, Akar

 

 

Read more...
Subscribe to this RSS feed

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Tionghoa

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto