A+ A A-

Pengaruh Falsafah Tiongkok yang tersirat dalam Seni arsitektural Tiongkok klasik terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi perancangan bangunan di Indonesia.

Seminar Sehari

Pengaruh Falsafah dan Budaya Tionghoa terhadap Ilmu Pengetahuan dan Bidang Kehidupan di Nusantara

Minggu, 29 November 2015

Waktu : 09.45 - 11.45 WIB

Universitas Parahyangan Fakultas Filsafat

                                      Jl. Nias 2, Bandung

 

Judul Makalah: Pengaruh Falsafah Tiongkok yang tersirat dalam Seni arsitektural Tiongkok klasik terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi perancangan bangunan di Indonesia.

 

 

Sidhi Wiguna Teh

 

Jurusan Arsitektur

Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara, jakarta.

 

 

 

 

 

 

Abstrak

Fengshui sebagai salah satu ilmu yang menjadi trend perlu digali untuk menemukan akarnya sehingga slogan east meet west tidak sekedar kosmetik yang akan berkembang dan kemudian layu dengan cepat.

 

Pendekatan filosofis perlu dilakukan untuk bisa menemukan hal yang lebih esensial sehingga manfaat dari penerapan ilmu fengshui dapat berjalan daqn salah kaprah yang terjadi dimasyarakat dapat diminimalisir.

 

 

Kata Kunci: Fengshui, Yi Jing, East meet West, Akar

 

 

Read more...

Menjelajahi misteri ciamsi dan pwa pwee ( bag.2 tamat )

Ciamsie dan Pwapewe Sebagai Sarana Kehidupan dan Komunikasi

                Pada umumnya sebagian besar masyarakat Tionghoa dan juga para penganut kepercayaan Tionghoa tidak mengetahui secara jelas apa yang dimaksud dengan ciamsi 籤詩dan kiuciam/ qiuqian 求籤. Ciam artinya adalah batang bambu yang digunakan untuk divination. Kiu ciam adalah “memohon ciam” dan ciamsie adalah kertas hasil ciuciam yang isinya syair-syair.

Read more...

Menjelajahi misteri ciamsi dan pwa pwee ( bag.1 )

Menjelajahi misteri ciamsi dan pwa pwee

Pendahuluan

                Ciamsi dan pwapwee adalah barang yang umum dapat dilihat dalam kelenteng-kelenteng. Hampir semua umat kelenteng mengenal metode ini dan selalu dianggap sebagai metode peramalan dan tidak jarang ada yang mentertawakan metode ini karena dianggap tahayul atau rumus probilitas belaka dan tidak ilmiah. Tidak sesuai logika, jawaban mereka yang mentertawakan itu. Menurut prof.Bambang Soegiharto, “Kini makin disadari pula bahwa ‘logika’ sesungguhnya tidaklah satu, bukanlah hanya logika formal ala Aristoteles.Logika adalah sistem-sistem yang digunakan untuk menalarkan dan menjelaskan hubungan sebab-akibat, dan ada bermacam sistem.Sistem itu lahir seringkali sebagai konsekuensi dari ‘worldview’ (falsafah) tertentu yang khas, dan dipengaruhi karakter bahasa tertentu yang spesifik.” Sedangkan logika yang digunakan untuk mentertawai adalah logika dari kerangka berpikir barat. Bambang Soegiharto menambahkan bahwa “Orang kini makin menyadari bahwa realitas tak pernah lepas dari tafsiran: hidup berarti menafsir. Dan penafsiran selalu ditentukan oleh kerangka pemahaman awal kita (mind-frame), tak ada tafsir obyektif netral murni.”  Manusia memang selalu menafsir semua yang ada dalam kehidupannya, disini kita juga harus menyadari bahwa ciamsie dan pwa pwee tidak lepas dari menafsir apa yang tersirat maupun tersurat.

Read more...
Subscribe to this RSS feed

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto